Breaking News

DP3KB Brebes Latih Fasilitator Kampung Keluarga Berencana

Brebes (cbmnews.net)  – Sebanyak 60 orang di hotel grand dian Brebes dilatih peningkatan kapasitas fasilitator kampung Keluarga Berencana (KB). Mereka dihadirkan oleh penyelenggara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes.
Kabid Dalduk DP3KB Kabupaten Brebes Hj. Farikhah mengatakan, ada 2 orang masing-masing kampung KB dihadirkan, karena ada 30 kampung KB yang sudah ditetapkan. ” Kegiatan 2 hari (19-20 maret 2018), mereka harus mengikuti rangkaian training memfasilitasi kampung KB, dan diharapkan mau dan mampu menggerakan masyarakat untuk peduli dan mensukseskan program kampung KB ini,” ungkapnya, Senin (19/03).
Farikhah menambahkan, kegiatan ini bersumber dari dana apbd. ” Lewat fasilitator ini diharapkan bisa memajukan kampung KB di desanya,  tahun 2017 di Brebes ada 30 kampung KB dan direncanakan pada tahun 2018 ada tambahan 18 lagi, karena terbatas anggarannya sehingga secara bertahap agar semua desa terbentuk kampung KB,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Brebes Bahrul Ulum mengatakan, ledakan penduduk di Kabupaten Brebes harus disikapi dengan baik, kenapa demikian, pasalnya semakin banyak penduduknya tapi kualitas penduduknya tidak berkualitas, maka menjadi beban ganda bagi daerah.
”  Kampung KB menjadi salah satu jurus jitu untuk pengendalian penduduk, jika ada sinergitas antar semua komponen, lewat ketahanan keluarga dan adanya pengendalian penduduk  agar kualitas penduduk bisa terjamin, hadirnya koalisi kependudukan diharapkan bisa membantu mendorong kampung KB bisa termasuk mendampingi keberhasilan kampung KB,” terangnya.
Selanjutnya, untuk pengembangan kampung KB ini dihadirkan trainer Fasilitator dari Provinsi Jawa Tengah untuk Kampung Keluarga Berencana, Abdul Jabar, dia mengatakan untuk bisa berhasilnya program kampung KB, maka Masyarakat harus dijadikan sebagai subyek pembangunan, aktor tokoh kunci harus diberikan edukasi dan juga bekal pengetahuan untuk menggerakan masyarakat.
” Kita menganggap masyarakat itu tidak bisa apa-apa, padahal lewat tokoh kunci di masyarakat diberikan pengetahuan yang baik dan benar, bagaimana cara memfasilitasi yang tepat, serta ada kemauan yang kuat dari tokoh kunci ini untuk berkiprah, maka lambat laun akan bisa berhasil,” katanya.
Lanjut Jabar, salah satu contoh di Dusun Temukerep Desa Larangan, setelah mereka difasilitasi warganya untuk peduli dengan lingkungannya, saat ada orang meninggal dunia, maka dibawakan air mineral untuk meringankan beban keluarga yang ditinggal, padahal dengan dana swadaya, walaupun dusunnya belum ada kampung KB namun semangat kepedulian terhadap kampung KB ini sangat penting.
” Mereka para fasilitator nanti ada rencana tindak lanjut, dan diharapkan setelah training ini bisa mengamalkan ilmunya di masyarakat terutama dalam upaya pengendalian penduduk dan memajukan kampungnya,” pungkasnya. (BU)

Tidak ada komentar