Breaking News

USG BERSAMA SALAH SATU STRATEGI MENEKAN AKI

Pengelolaan program KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak) di Lingkungan Dinas Kesehatan bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakan pada kegiatan pokok sebagai berikut :
  1. Peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan
  2. Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten diarahkan ke fasilitas kesehatan
  3. Peningkatan pelayanan bagi seluruh ibu nifas sesuai standar di semua fasilitas kesehatan
  4. Peningkatan pelayanan bagi seluruh neonatus sesuai standar di semua fasilitas kesehatan
  5. Peningkatan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat
  6. Peningkatan penanganan komplikasi kebidanan dan neonatus secara adekuat dan pengamatan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan
  7. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh bayi sesuai standar di semua fasilitas kesehatan
  8. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh anak balita sesuai standar di semua fasilitas kesehatan
  9. Peningkatan pelayanan KB sesuai standar
Pada poin lima diatas disebutkan peningkatan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat, kegiatan yang dilakukan adalah untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan komplikasi kebidanan.
Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi tetap mempunyai risiko untuk terjadinya komplikasi. Oleh karenanya deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya faktor risiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat sedini mungkin, merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan.
Deteksi dini selain menggunakan skrining faktor risiko ibu hamil, tidak ada salahnya juga menggunakan teknologi USG dimana idealnya minimal dua kali selama hamil, tetapi karena kondisi tertentu satu kali USG selama hamil tak mengapa.
USG ( ULTRASONOGRAFI)
Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan.
Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi).
USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor.
TUJUAN USG
Tujuan USG adalah untuk membantu mendiagnosis perkembangan janin pada setiap trimester. Pada kehamilan trimester pertama tujuan USG adalah meyakinkan adanya kehamilan, menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi, menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan kelainan bawaan, menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda (misalnya kehamilan ektopik), menentukan lokasi janin apakah di dalam atau di luar rahim, menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin, dan mendiagnosis adanya janin kembar.
Sedangkan di trimester kedua dan ketiga adalah untuk menilai jumlah air ketuban, menentukan kondisi plasenta, menentukan ukuran janin, memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya, menentukan letak janin apakah normal atau sungsang atau terlilit tali pusat, serta untuk melihat kemungkinan adanya tumor.
Walaupun akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%, melainkan 80% karena masih ada kemungkinan kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Tetapi dengan USG sudah banyak membantu mendiagnosa kelainan atau komplikasi pada kehamilan, sehingga penanganan lebih cepat dengan tujuan utama keselamatan ibu dan bayi.
USG BERSAMA
Untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah keatas dan SDM yang baik mungkin sudah terbiasa dengan USG, tetapi hal ini tidak berlaku untuk masyarakat desa dengan tingkat ekonomi menengah kebawah dan SDM yang kurang. Pendampingan ibu hamil  risiko tinggi maupun komplikasi kehamilan sudah dilakukan oleh semua bidan sejak dahulu kala. Tetapi  pendampingan ibu hamil risiko tinggi dan komplikasi melalui USG pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan dilakukan oleh bidan desa Bulusari diawali sekitar tahun 2006, perjalanan pendampingan USG saat itu masih bersifat individu, dan  menggunakan sepeda motor untuk membawa ibu hamil konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
Melalui pendekatan yang baik, masyarakat akan mulai bisa mencerna kemudian memahami yang akhirnya mereka mau untuk diajak USG. Seiring berjalannya waktu  akhirnya bisa merayu ibu hamil – ibu hamil yang lain baik memiliki risiko komplikasi maupun ibu hamil normal untuk bersama – sama USG. Dahulu butuh tenaga ekstra untuk merayu ibu hamil USG, tetapi sekarang ibu hamil- ibu hamil di desa Bulusari sudah aktif menanyakan kapan diadakan  USG BERSAMA. Adanya USG BERSAMA dirasa sebagai salah satu cara untuk mengajak  ibu hamil mengenal USG dan berinteraksi dengan sesama  ibu hamil selain lewat kelas ibu. Ada bahagia tersendiri saat dampingi ibu hamil USG BERSAMA, bahagia yang tidak bisa diukur dengan materi.
PEMBIAYAAN USG BERSAMA
Ibu hamil peserta BPJS dapat menggunakan jaminan kesehatan tersebut untuk USG BERSAMA dengan indikasi medis sesuai petunjuk BPJS. Apabila bukan peserta  BPJS  ibu hamil sudah mempersiapkan anggarannya minimal untuk usg saja. Tetapi  jika termasuk  kategori keluarga miskin tetapi tidak mempunyai BPJS, dahulu menggunakan donatur khusus untuk USG, tetapi dalam era sekarang dapat menggunakan anggaran Dana Desa untuk USG.
USG BERSAMA BUMIL RISIKO TINGGI PUSKESMAS BULAKAMBA
Berangkat dari USG BERSAMA di desa Bulusari dan melihat masih banyaknya ibu hamil risiko tinggi di wilayah Puskesmas Bulakamba, menginisiasi adanya  USG BERSAMA di Puskesmas Bulakamba. Karena deteksi dini risiko tidak hanya menggunakan skreening manual saja, tetapi lebih akurat jika dikolaborasikan dengan USG. Tetap dengan satu harapan menekan Angka Kematian Ibu.
KENDALA USG BERSAMA
USG BERSAMA masih mengalami kendala diantaranya yaitu masih ditemui ibu hamil dan keluarga yang tidak mau dirujuk saat ditemukan komplikasi dalam kehamilannya, baik dengan alasan takut maupun alasan biaya.
UPAYA YANG DILAKUKAN
Berbagai upaya dilakukan, seperti melakukan kunjungan rumah, menggandeng pihak desa maupu FMM apabila menemui kesulitan. Apabila menemui kendala biaya karena tidak memiliki BPJS dapat di pecahkan bersama donatur khusus atau menggunakan Dana Desa.
Semoga dengan adanya USG BERSAMA ini diharapkan menjadi salah satu strategi menekan AKI ( Angka Kematian Ibu ) kabupaten Brebes pada umumnya dan wilayah puskesmas Bulakamba pada khususnya. Usaha semaksimal mungkin kita lakukan dengan tetap menyerahkan hasil pada Allah SWT.

Tidak ada komentar