Breaking News

Bupati Brebes Paparan Inovasi GKB di IDF 2018

Jakarta (cbmnews.net) – Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti diminta Kementrian Bappenas RI untuk memaparkan inovasi pada pelayanan dasar bidang pendidikan yakni gerakan mengembalikan anak tidak sekolah kembali bersekolah.
Sebuah momen yang sangat stratategis di level nasional, karena dihadiri oleh para pengambil kebijakan di level nasional juga beberapa peserta dari donor international dan lembaga international yang telah berhasil mengembangkan karyanya untuk kepentingan bangsa serta beberapa pemilik perusahaan.
Idza Priyanti menambahkan, pengalaman terbaik Kabupaten Brebes dalam kebijakan layanan dasar pendidikan ini sudah dilaksanakan sejak 2017 terutama untuk mengentaskan wajar dikdas dan memastikan semua anak bersekolah. ” Brebes telah mengembalikan 1.212 anak ke sekolah, dan tahun 2018 ini ditarget 13 ribu anak kembali bersekolah, sudah ada regulasi terkait pengembalian anak ke sekolah, termasuk mendukung anggaran daerah Rp 5,7 Milyar dan dukungan tambahan dari dana desa,” ungkapnya di hadapan peserta Indonesia Development Forum 2018 di Jakarta, Rabu (11/07/2018).
Indonesia Development Forum (IDF) adalah sebuah platform untuk dialog nasional mengenai pembangunan. Diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, IDF mempertemukan para pemimpin dari pemerintahan, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas solusi bagi tantangan utama pembangunan di Indonesia.
Melalui sesi interaktif, IDF mendorong dialog terbuka mengenai berbagai permasalahan pembangunan prioritas dan pilihan kebijakan untuk mengatasinya. Sesi ini mengetengahkan penelitian dan wawasan dari para ahli dan praktisi dan menyoroti praktik-praktik yang berhasil dari Indonesia dan dunia internasional. Forum gagasan ini menampilkan pendekatan baru dan inovatif untuk mengatasi tantangan pembangunan.
IDF didukung oleh pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI). KSI adalah program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia yang mendukung pemerintah Indonesia untuk mengatasi tantangan pembangunan utamanya melalui kebijakan publik yang lebih efektif yang memanfaatkan penelitian, data, dan analisis dengan lebih baik.
Tujuan Indonesia Development Forum ini bertujuan yakni, pertama mempertemukan para pelaku pembangunan di pemerintahan, masyarakat sipil, akademia, dan sektor swasta untuk membentuk agenda pembangunan Indonesia; kedua mengkomunikasikan penelitian dan bukti tentang tantangan utama pembangunan dan solusi-solusi yang dapat mengatasinya; ketiga mendorong kerja sama dalam menangani berbagai permasalahan pembangunan yang paling mendesak di Indonesia.
Sementara itu, Kementrian Bappenas melalui Deputi Ministry For Regional Development Bappenas RI Rudi Soeprihadi Prawiradinata, di pertemuan Indonesia Development Forum 2018 menjelaskan, kesenjangan yang ada di Indonesia ini harus terus diperbaiki terutama terkait akselerasi dan transformasi pembangunan wilayah, salah satu akselerasi melalui peningkatan Kapasitas SDM, peningkatan produktivitas efisiensi dan nilai tambah SDA.
Kesenjangan yang terjadi di wilayah Indonesia timur seperti papua, bagaimana warganya dengan kondisi yang sulit namun fasilitas pendukung memadai seperti pada lingkup kesehatan, pendidikan atau ragam lainnya. Pendekatan holistik harus lakukan dan melihat potensi kondisi daerah (lokalitas), inovasi terbaik daerah lewat inspirasi yang dilakukan daerah bisa dijadikan kebijakan nasional. (BU)

Tidak ada komentar