Breaking News

Masigab Kembalikan Tiga ATS Di Brebes.

Wlahar ( cbmnews.net) – Pengurus Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) terus melakukan aksi sosial, gebrakan kali ini yang menjadi program kerja (Proker) unggulan yakni mengangkat anak putus sekolah di Kabupaten Brebes untuk menjadi anak asuhnya.
Program kerja ini sudah di susun dengan melibatkan semua pengurus masigab dan semua warga perantau yang ada di jakarta, pasalnya untuk saat ini penggalangan dana di lakukan dengan donasi per individu, senantiasa memberikan kontribusinya dalam mengangkat anak asuh terhadap anak yang putus sekolah, salah satunya dari Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes.
Toto Carto, Ketua Masigab mengatakan dirinya akan terus konsisten terhadap program gerakan kembali bersekolah yang ada di brebes dengan mengangkat anak putus sekolah untuk di kembalikan ke sekolah.
” Hingga saat ini Masigab memastikan 3 anak dari wlahar larangan setelah sebelumnya satu orang yang akan kita fasilitasi untuk kembali ke sekolah,” katanya. Sabtu (1/9).
Bahkan, lanjut Toto sapaanya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah dan lembaga Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dari beberapa desa di kabupaten brebes yang akan menjadi jejaringnya untuk penanganan anak asuh di desanya, dan juga pihak sekolah tempat mereka menempuh pendidikan saat ini.
”Sejauh ini kita terus kerjasama dengan FMPP salah satunya dari Desa Wlahar yang mempunyai anak asuh dan sudah berjalan sangat baik, bahkan hari ini kami koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan anak tersebut masih sekolah,” tambahnya.
Dari data yang masuk ke Masigab, sudah ada tiga anak yang akan di menjadi anak asuh di tahun ini, masing masing yakni Anggun Febriastuti, dan Rukun Alan Fadli Fairus yang bersekolah di SMPN 4 Larangan serta Utari bersekolah di SMPN 2 Margasari Tegal Semuanya dari Desa Wlahar Kecamatan Larangan,
Sementara itu menurut Kardi, Kepala Sekolah SMP N 4 Larangan mengungkapkan pihaknya akan selalu mendukung gerakan masigab memperhatikan anak putus sekolah di Desa Wlahar.
”Untuk anak asuh dari masigab kami upayakan ada keringanan dalam hal adminsitrasi agar tidak membebani mereka dan kami membuka informasi seluas luasnya bagi anak asuhnya masigab,” ungkapnya. (raeko/her)

Tidak ada komentar