Breaking News

Pendekar Anak dan Fundraiser Unicef Bantu Kampanyekan Pengalaman Terbaik GKB Brebes


Tim Unicef Untuk Kampanye  GKB Brebes - Doc BU

Brebes (cbmnews.id)  - Kepala Perwakilan Unicef Jawa-Bali Tubagus Arie Rukmantara mendatangkan tim Unicef Indonesia untuk membantu mengkampanyekan pengalaman terbaiknya Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Brebes. 

Tim ini terdiri dari Pendekar Anak, Fundraiser, Kepala Perwakilan Unicef Jawa, Spesialis dan tim mobilisasi melakukan kunjungan ke Kabupaten Brebes dengan mengunjungi siswa yang dikembalikan, bagaimana melihat komitmen sekolah, interaksi anak dengan teman sebayanya, kehidupan di lingkungan rumahnya dan komitmen para pengambil kebijakan. 

Demikian disampaikan saat melakukan kunjungan di dua desa yakni Parereja dan Cikuya Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Selasa (15/10/2018). 

Kesepuluh delegasi yakni Mery dan Siwi dari Pendekar Anak mitra UNICEF,  Kobul, Andris dan Shela Fundraiser mitra UNICEF, Arie Rukmantara Kepala Kantor Wilayah Jawa, Eni Kudus, Spesialis Pendidikan UNICEF, Frieda, Ratih, Dinda Tim mobilisasi sumber daya UNICEF. Mereka juga di dampingi oleh Kabid Pemsosbud Baperlitbangda, FMPP Kabupaten dan Kecamatan Banjarharjo. 

Arie menambahkan, bahwa setiap anak harus mendapatkan pendidikan yang layak, namun faktanya ada sebagian anak di Indonesia yang masih belum beruntung mengenyam pendidikan sesuai usianya. 

Adanya korelasi negatif antara status sosial ekonomi dengan kemungkinan tidak melanjutkan pendidikan menunjukkan bahwa peluang anak dari keluarga miskin dan kurang mampu untuk tidak melanjutkan sekolah lebih besar. 

" Tim unicef ini akan memberikan informasi kondisi riil dilapangan, baik itu terkait data, kondisi ATS yang dikembalikan, dukungan dari pihak desa seperti apa, komitmen dari orangtua dan sekolahnya, hasil yang di temui baik pengalaman terbaiknya dan problem yang terjadi menjadi upaya perbaikan nantinya," imbuhnya. 

Sementara itu, Spesialis Pendidikan Unicef Suhaeni Kudus menjelaskan, salah satu intervensi daerah untuk gerakan kembali bersekolah tahun 2016 hingga 2020 adalah Kabupaten Mamuju, Bone, Takalar dan Brebes. 

 " 4 Kabupaten dipilih ini karena alasan Prestasi kerja, komitmen Pemkab, dan Brebes salah satu Kabupaten yang sudah mengembalikan ATS ke Sekolah tingkat Nasional terbanyak, termasuk keseriusan alokasi anggaran Kabupaten dan Desa," katanya. 

Lanjut Eni, tim Unicef sengaja dilihatkan langsung dengan harapan nantinya mereka membantu mengkampanyekan kondisi yang ditemui agar berimbas pada daerah lain terutama komitmen kebijakan pengembalian anak ke sekolah dengan berbagai masalahnya. 

Dukungan dunia usaha menjadi penting, Brebes sudah memberikan contoh terbaiknya melalui dukungan dana CSR BUMD untuk 210 anak dengan pagu menggunakan aturan lama yakni Perbup 115/2017 tentang rintisan percepatan pendidikan dua belas tahun. 

Selanjutnya, Kabid Pemsosbud Baperlitbangda Ribut Rela Rahayuningsih mengapresiasi kepada Unicef Indonesia yang sekian lama melakukan dukungan kepada Pemkab Brebes.

 " Pemerintah Kabupaten Brebes tetap berkomitmen untuk kelangsungan intervensi GKB, pengembalian ATS ke Sekolah butuh keberpihakan semua sektor, dukungan dari dunia usaha dan lembaga international dalam rangka perbaikan sistem baik sisi perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring," pungkasnya. (Bahrul Ulum).

Tidak ada komentar