Breaking News

Tim Baperlitbangda Brebes Monev 55 Desa SIPBM

Brebes (cbmnews.id)  - Kepala Baperlitbangda melalui Kabid Pemsosbud Ribut Rela Rahayuningsih menjelaskan bahwa komitmen OPD nya selain melakukan perencanaan dan monitoring evaluasi tahun 2018.

" Ada 55 desa SIPBM tahun 2012-2014 dari 4 Kecamatan yakni Larangan, Songgom, Bulakamba dan Bumiayu yang dilakukan monitoring atas kinerja organisasi Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), dan Komitmen Pemerintah Desa untuk Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), salah satu yang sekarang dimonev adalah Desa Songgom," katanya pada saat melakukan  monitoring di Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Selasa (23/10/2018).

Baperlitbangda Monev Desa SIPBM Untuk Kinerja GKB - Doc BU
Rela menambahkan, pihaknya dalam monev ini melibatkan pengurus FMPP Kab, Baperlitbangda, FMPP Kecamatan dan Kecamatan. Tim ini dibekali form monitoring dan dilakukan dengan wawancara dengan pihak yang berhubungan dengan GKB.

Sementara itu, Kades Cenang  Rifai menuturkan, bahwa masa kerja FMPP Desa sudah berakhir pada mei 2018, dan pihaknya sudah menyiapkan SK FMPP Desa yang terbaru paling lambat di bulan ini akan di tetapkan melalui SK Pemerintah Desa.

" Dari 23 pengurus yang ada, yang aktif untuk merawat organisasi FMPP Desa sebanyak 15 orang, hanya 20 persen saja yang tidak aktif,  sejak terbentuk memang tidak ada anggaran dari desa untuk dukungan kepada FMPP, namun tahun 2019 desa sudah siapkan untuk alokasi dana tersebut, Desa sudah mengalokasikan dananya untuk anak yang dikembalikan ke sekolah Rp 52 juta," tuturnya.

Lanjut Rifai, baseline data ATS di desanya yang sudah direkonfirmasi ada 350 anak yang tidak sekolah, hingga 2017-2018 desa bersama FMPP sudah mengembalikan ATS sebanyak 72 dengan perincian 50 anak ke formal dan non formal 22 anak yang sekarang sudah kembali sekolah.

Selanjutnya, Ketua FMPP Desa Cenang  Imam  Fahruroji mengatakan, Komitmen pengurus FMPP Desa agar desanya menjadi desa edukasi dan berprestasi.

" Perubahan sebelum dan sesudah ada FMPP adalah di warga akan melaporkan jika ada anak ingin sekolah, maka keluarganya akan melaporkan langsung ke FMPP dan Desa, bahkan FMPP Desa pun sudah menggali dana swadaya melalui warga yang bekerja di luar negeri untuk peduli kepada nasib anak di desanya melalui donasi pendidikan, selama setahun ini pun sudah terkumpul hingga Rp 20 juta, " tandasnya. (Bahrul Ulum)

Tidak ada komentar