Breaking News

Bupati Brebes dan OPD Hadiri verifikasi Data APE


Tim Verifikasi Data APE Pusat melakukan Umpan Balik Data yang diterima - Doc BU

Brebes (cbmnews.id) - Ada 24 kab/kota yang di undang oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Kemen PPA) RI di Meeting Room Bappeda Provinsi Jawa Tengah, salah satu yang diundang untuk verifikasi Data Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Hadir pada pertemuan tersebut yakni Bupati Brebes, Kepala Baperlitbangda, Kepala BPPKAD, Kepala Dindikpora, Kepala DP3KB, Kepala Dinas Inpektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Anggota DPRD Brebes dan Ketua GOW, dan Ketua FMPP Kabupaten Brebes.

Penyampaian Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, SE. MH kepada Tim Verifikasi data APE yang dipimpin Ibu Tati Marlinda, Idza Priyanti menjelaskan, komitmennya terhadap kebijakan pengarustamaan gender dibuktikan dalam regulasi pada visi misi Pemerintah Kabupaten Brebes,  Dokumen RPJMD 2017-2022, Renstra SKPD dengan data pilah, dan indikator keberhasilan,  termasuk inovasi gerakan kembali bersekolah untuk pengembalian anak tidak sekolah kembali bersekolah, dan di semua dinas juga mendukung kualitas perempuan  di segala bidang yang masuk di OPD yang ada.

Sementara itu, Kepala Baperlitbangda Dr. Angkatno, M.Pd sebagai ketua pokja PUG mengatakan, Pemkab Brebes sudah mengisi 7 prasyarat PUG yakni 7 prasyarat awal agar pelaksanaan PUG dapat dijalankan oleh suatu daerah. Pertama, adalah Komitmen, yang dapat ditunjukkan dengan adanya Peraturan Derah (Perda/Pergub/Perbub/Perwali). Kedua, adalah Kebijakan dan Program yang ditunjukkan dengan adanya Kebijakan Operasional atau Teknis.

Ketiga, adalah Kelembagaan PUG yang dapat ditunjukkan dengan adanya Pokja (Program Kerja), Focal Point dan Tim Teknis. Keempat, adalah Sumber Daya (SDM, Dana, dan Sarana Prasaran). Kelima, adalah Data Terpilah yang dapat ditunjukkan dengan adanya Profil Gender Statistik Gender. Keenam, adalah Tools (Panduan, Modul dan Bahan KIE). Dan ketujuh adalah Jejaring atau networking.

" SDM yang dilatih Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) ada 140 orang tersebar di OPD, Fasilitator perencanaan responsif gender ada 6 orang, jumlah tenaga pelayanan dan konselor kekerasan terhadap perempuan dan anak, untuk anggaran sudah menganggarkan 28.95%, sebesar Rp. 1.7 T terdiri dari 23 OPD diluar Driver PUG, " terangnya. Rabu (14/11/2018).

Lanjut Angkatno, metode yang dipakai untuk analisis gender adalah gender analysis pathway, dimana proses penganalisaan data dan informasi secara sistematis tentang kondisi laki dan perempuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan kedudukan, fungsi dan peran dan tanggungjawab dalam proses pembangunan.

Panyampaian lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd mengatakan terkait komitmen di OPD nya untuk PUG yakni adanya sekolah ramah anak, komitmen dalam pengembalian anak ke sekolah.

" Kementrian PPA RI telah memberikan penghargaan untuk Sekolah Ramah Anak (SRA) kepada Kabupaten Brebes dan hasilnya dibuktikan dengan SRA terbaik meliputi tingkatan SD diterimakan ke SD Negeri 1 Brebes, untuk SMP yang dapat penghargaan adalah SMP Negeri 5 Brebes, dan untuk SMA yakni SMA Negeri 2 Brebes," tandasnya.

Selanjutnya Tim Verifikator Ibu Tati mengapreasiasi kepada Pemkab Brebes yang telah berkomitmen kuat terkait regulasi, dan pelaksanaan PUG di daerahnya.

"Siapapun yang duduk dalam kepemimpinan daerah harus komitmen dengan pengarustamaan gender, diharapkan jika sekarang adalah regulasi perbup maka ke depan bentuk Perda, biar efek dan dampaknya holistik," katanya. 

Lanjut tati, pemahaman PUG bagi Tim focal point OPD harus diperkuat termasuk dalam rangka koordinasi baik dalam perencanaan dan pelaksanaan. (Bahrul Ulum)

Tidak ada komentar